TUGAS BULAN KEDUA

1. Karangan Ilmiah dan Non Ilmiah
2. Metode Ilmiah
3. Penyusunan Sintesis
NAMA
: IBNU MUTTAQIN
NPM : 24213176
KELAS : 3EB07
DAFTAR ISI
1.
A.
Pengertian Karya Tulis Ilmiah................................ (2)
- Ciri-ciri karya Tulis Ilmiah....................................................(2)
- Syarat Karya Tulis Ilmiah......................................................(3)
- Macam-macam Karya Tulis Ilmiah.......................................(3)
- Tujuan Karya Tulis Ilmiah.....................................................(4)
B.
Pengertian Karya Tulis Non Ilmiah……………....(5)
- Ciri-ciri Karya Tulis Non Ilmiah……………………………(5)
- Macam-macam Karya Tulis Non Ilmiah................................(5)
2. Pengertian
Metode Ilmiah……………………………..(6)
- Langkah-langkah Metode Ilmiah…………………..(6)
- Tujuan Penulisan Metode Ilmiah............................(6)
3. Penyusunan
Sintesis…………………………………....(7)
DAFTAR
PUSTAKA………………………………………..(8)
1
1.A. Pengertian Karya Ilmiah
Bahwa yang
dimaksud karya ilmiah adalah suatu karangan yang berdasarkan penelitian yang ditulis secara
sistematis, berdasarkan fakta di lapangan, dan dengan menggunakan pendekatan
metode ilmiah.
·
Ciri Karya Ilmiah
Tidak semua karya yang ditulis secara sistematis dan
berdasarkan fakta di lapangan adalah sebuah karya ilmiah sebab karya ilmiah
mempunyai ciri-ciri seperti berikut ini:
1. Objektif.
Keobjektifan ini menampak pada setiap fakta dan data
yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi.
Juga setiap pernyataan atau simpulan yang disampaikan berdasarkan bukti-bukti
yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, siapa pun dapat mengecek
(memverifikasi) kebenaran dan keabsahannya.
2. Netral.
Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan
atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan
pribadi maupun kelompok. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang bersifat
mengajak, membujuk, atau mempengaruhi pembaca perlu dihindarkan.
3. Sistematis.
Uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan
sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan,
klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya. Dengan cara demikian, pembaca akan
bisa mengikutinya dengan mudah alur uraiannya.
4. Logis.
Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang
digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan
suatu fakta atau data digunakan pola induktif; sebaliknya, kalau bermaksud
membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola deduktif.
5. Menyajikan fakta (bukan emosi atau
perasaan).
Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya
ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau
ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti orang berkampanye, perasaan
sedih seperti orang berkabung, perasaan senang seperti orang mendapatkan
hadiah, dan perasaan marah seperti orang bertengkar) hendaknya dihindarkan.
6. Tidak Pleonastis
Maksudnya kata-kata yang digunakan tidak berlebihan
alias hemat kata-katanya atau tidak berbelit-belit (langsung tepat menuju
sasaran).
7. Bahasa yang digunakan adalah ragam formal.
Jenis-jenis
karya ilmiah adalah : Paper (Karya Tulis), Skripsi, Thesis, Disertasi.
·
Syarat Karya Ilmiah
Berikut ini adalah syarat-syarat karya ilmiah :
Ø
Karya tulis ilmiah memuat gagasan ilmiah lewat
pikiran dan alur pikiran.
Ø
Keindahan karya tulis ilmiah terletak pada
bangun pikir dengan unsur-unsur yang menyangganya.
Ø
Alur pikir dituangkan dalam sistematika dan
notasi.
Ø
Karya tulis ilmiah terdiri dari unsur-unsur:
kata, angka, tabel, dan gambar, yang tersusun mendukung alur pikir yang
teratur.
Ø
Karya tulis ilmiah harus mampu mengekspresikan
asas-asas yang terkandungdalam hakikat ilmu dengan mengindahkan kaidah-kaidah
kebahasaan.
Ø
Karya tulis ilmiah terdiri dari serangkaian
narasi (penceritaan), eksposisi (paparan), deskripsi (lukisan) dan argumentasi
(alasan).
·
Macam – Macam Karangan Ilmiah
2. Skripsi adalah tulisan ilmiah untuk
mendapatkan gelar akademik sarjana strata satu (S1).
3. Tesis
adalah tulisan ilmiah untuk mendapatkan gelar akademik strata dua (S2), yaitu Master.
4. Disertasi
adalah tulisan ilmiah untuk mendapat gelar akademik strata tiga (S3), yaitu
Doktor.
5. Surat
pembaca adalah surat
yang berisi kritik dan tanggapan terhadap isi suatu tulisan ilmiah
6. Laporan
kasus adalah tulisan mengenai kasus-kasus yang ada yang dilandasi dengan
teori.
8. Resensi adalah tanggapan terhadap suatu karangan
atau buku yang memaparkan manfaat karangan atau buku tersebut bagi pembaca.
9. Monograf
adalah karya asli menyeluruh dari suatu masalah. Monograf ini dapat berupa
tesis ataupun disertasi.
10. Referat
adalah tinjauan mengenai karangan sendiri dan karangan orang lain.
11. Kabilitasi
adalah karangan-karangan penting yang dikerjakan sarjana Departemen Pendidikan
Nasional untuk bahan kuliah.
·
Tujuan
Ilmiah
Ø
Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran
atau hasil penelitiannyadalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan
metodologis.
Ø
Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa,
sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu
menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu
pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.
Ø
Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan
menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dengan masyarakat, atau
orang-orang yang berminat membacanya.
Ø
Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang
dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk
karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan
dari jurusannya.
Ø
Melatih keterampilan dasar untuk melakukan
penelitian.
B. Karya
Tulis Non-ilmiah
Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta
pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari,
bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa
yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).
·
Ciri-ciri
karya tulis non-ilmiah :
Ø
ditulis berdasarkan fakta pribadi
Ø
fakta yang disimpulkan subyektif,
Ø
gaya bahasa konotatif dan populer,
Ø
tidak
memuat hipotesis,
Ø
penyajian dibarengi dengan sejarah,
Ø
bersifat imajinatif,
Ø
situasi didramatisir,
Ø
bersifat persuasive,
Ø
tanpa dukungan bukti
Jenis-jenis yang termasuk karya non-ilmiah adalah
dongeng, cerpen, novel, drama, dan roman.
·
Macam-Macam
Karya Non Ilmiah
Ø
Cerpen : Suatu bentuk prosa naratif fiktif.
Sebuah karangan yang menceritakan tentang suatu alur cerita yang memiliki tokoh
cerita dan situasi cerita terbatas.
Ø
Dongeng : Suatu kisah yang diangkat dari
pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan
pesan moral yang mengandung makna hidup.
Ø
Novel : Bentuk sastra yang paling popular di
dunia. Yang merupakan karya sastra yang mempunyai unsure intrinsik dan
ekstrinsik yang keduanya saling berhubungan.
Ø
Drama : Suatu aksi atau perbuatan. Adalah suatu
bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh actor.
2. PENGERTIAN METODE ILMIAH
Metode ilmiah atau dalam bahasa inggris dikenal sebagai scientific
method adalah proses berpikir untuk memecahkan masalah secara
sistematis,empiris, dan terkontrol.
·
Langkah-Langkah Metode Ilmiah
Karena metode ilmiah dilakukan secara sistematis dan
berencana, maka terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan secara urut dalam
pelaksanaannya. Setiap langkah atau tahapan dilaksanakan secara terkontrol dan
terjaga. Adapun langkah-langkah metode ilmiah adalah sebagai berikut:
1. Merumuskan
masalah.
2. Merumuskan
hipotesis.
3. Mengumpulkan
data.
4. Menguji
hipotesis.
5. Merumuskan
kesimpulan.
·
TUJUAN PENULISAN METODE ILMIAH
1. Untuk meningkatkan keterampilan,
baik dalam menulis, menyusun, mengambil kesimpulan maupun dalam menerapkan
prinsip - prinsip yang ada.
2. Untuk meningkatkan pemahaman penulisan
dangan mekanisme yang telah ditentukan.
3. Merupakan suatu pengejaran terhadap
kebenaran yang diatur oleh pertimbangan -pertimbangan logis.
4. Untuk mencari ilmu pengetahuan yang
dimulai dari penentuan masalah, pengumpulan data yang relevan, analisis data
dan interpretasi temuan, diakhiri dengan penarikan kesimpulan.
5. Mendapatkan pengetahuan ilmiah (yang
rasional, yang teruji) sehingga merupakan pengetahuan yang dapat
diandalkan.
4. PENYUSUNAN SINTESIS
Sintesis diartikan sebagai komposisi atau kombinasi bagian-bagian atau
elemen-elemen yang membentuk satu kesatuan. Selain itu, sintesis juga diartikan
sebagai kombinasi konsep yang berlainan menjadi satu secara koheren, dan
penalaran induktif atau kombinasi dialektika dari tesis dan antitesis untuk
memperoleh kebenaran yang lebih tinggi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
(2003) sintesis diartikan sebagai “paduan berbagai pengertian atau hal sehingga
merupakan kesatuan yang selaras atau penentuan hukum yang umum berdasarkan
hukum yang khusus.”
Dalam perspektif lain “sintesis” merupakan kemampuan seseorang dalam
mengaitkan dan menyatakan berbagai elemen dan unsur pengetahuan yang ada
sehingga terbentuk pola baru yang lebih menyeluruh. Kata kerja operasional yang
dapat digunakan adalah mengategorikan, mengombinasikan, menyusun, mengarang,
menciptakan, mendesain, menjelaskan, mengubah, mengorganisasi, merencanakan,
menyusun kembali, menghubungkan, merevisi, menyimpulkan, menceritakan,
menuliskan, mengatur.. Metode Sintesis Melakukan penggabungan semua pengetahuan
yang diperoleh untuk menyusun satu pandangan dunia.
DAFTAR
PUSTKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar