Minggu, 12 Juni 2016
Minggu, 17 April 2016
MONEY AND HAPPINES
"Money can not buy happines" is a truth which is often mentioned. Although this is true, poverty will not be able to buy happines. Some people became very rich, but they still have to struggle to enjoy their lives. on the other hand, others were able to go through life with a bit of financial problems simply because they are able to optimize what they have.
Money traditional economics is defined as any means of exchange that can be generally accepted. A medium of exchange that can be any object that can be accepted by everyone in the community in the process of exchange of goods and services . In modern economics, money is defined as something that is available and generally accepted as a means of payment for the purchase of goods and services as well as other valuable property and for the payment of debts.
Happines or excitement is a state of mind or feeling characterized by adequacy of up to pleasure, love, satisfaction, pleasure, or intense joy. A variety of approaches to philosophy, religion, psychology, and biology has been done to define happines and determine its source.
"having a lot of money and live a happy life", perhaps this is a picture of an ideal life goals shared by most of the people. Howeher, "a lot of money" is a relative value and will be different for each person, where this value takes effect and also the different qualities to them.
Most people would struggle all his life to earn money, even though the amount of money he has had mote than enough to meet all their needs with the family. However, most people with this kind of thinking seemed to find it difficult to enjoy the money that has been produced with great difficult, for which the people are busy and spend time searching for, and finding more money.
While on the other hand, some other people live their lives happily together with a number of financial problems that sometimes block at the end of the month on the eve on payday. They stay relaxed and enjoy it every time with how to optimize all the potential they have. "Money is never enough, but is must remain a happy life", so to speak thoughts contained in these people.
Of course there are different views so far on two groups of people at the top, but basically they describe that money does not always guarantee happiness is not it?
Basically, everyone should have and fight for a worldview that smart about money and happines, where it would be ideal if these two things could be run and implemented by way of concurrent.
Quotes : "Money can help you learn certain things, but you have the ability or natural talent comes from yourself. If you are one among those who believe money can buy happiness to get the knack, you are wrong!. Money can only help you develop and improve the talents that have been buried.
Happiness
Money can buy happiness and pleasure only in the short term only. In essence, true happiness is in yourself. You decide how you should be happy.
In essence, the money can give happiness but not all things can be bought with money.
Rabu, 13 Januari 2016
TUGAS BULAN KETIGA
TUGAS
3
1.
Konsep
Menulis Laporan Ilmiah
2.
Proses
Penyusunan Karya Tulis Ilmiah
3.
Rancangan
Usulan Penelitian
Nama
: Ibnu Muttaqin
NPM
: 24213176
Kelas
: 3EB07
DAFTAR ISI
1.
KONSEP MENULIS LAPORAN ILMIAH
a.
Pengertian Laporan Ilmiah
.................................................. 1
b.
Jenis – Jenis Laporan Ilmiah
................................................ 2
c.
Ciri – Ciri Laporan Ilmiah
................................................... 3
d.
Unsur – Unsur Kerangka Laporan
..................................... 3
e.
Manfaat Laporan
.................................................................. 4
2.
PROSES
PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH
a. Proses
Mengarang Ilmiah ..................................................... 5
b. Penggunaan
Bahasa Tulis .................................................... 6
c. Tahap Penyusunan Karya Ilmiah
....................................... 7
d. Penyajian
Karya Ilmiah ........................................................ 8
3.
RANCANGAN
USULAN PENELITIAN
a. Bentuk Rancangan
Usulan Peneltian .................................. 10
b. Isi
Rancangan Usulan Penelitian .......................................... 10
1.
KONSEP MENULIS LAPORAN ILMIAH
Konsep dari
laporan ilmiah adalah berkaitan dengan penelitian, fakta, dan objektif dari
permasalahan yang dibahas dalam laporan ilmiah. Maka itu laporan ilmiah harus
objektif, dan sesuai dengan fakta yang ada, serta disusun secara sistematis.
Penulisan laporan adalah
penyampaian pengalaman peneliti dan hasil-hasilnya kepada masyarakat luas
sehingga dapat berguna bagi perkembangan ilmu dan pengetahuan.
A. Pengertian
Laporan Ilmiah
Laporan ialah suatu wahana penyampaian berita, informasi,
pengetahuan, atau gagasan dari seseorang kepada orang lain. Laporan ini dapat
berbentuk lisan dan dapat berbentuk tulisan. Laporan yang disampaikan secara
tertulis merupakan suatu karangan. Jika laporan ini berisi serangkaian hasil
pemikiran yang diperoleh dari hasil penelitian, pengamatan ataupun peninjauan,
maka laporan ini termasuk jenis karangan ilmiah. Dengan kata lain, laporan
ilmiah ialah sejenis karangan ilmiah yang mengupas masalah ilmu pengetahuan dan
teknologi yang sengaja disusun untuk disampaikan kepada orang-orang tertentu
dan dalam kesempatan tertentu.
Laporan Ilmiah adalah laporan yang disusun melalui tahapan berdasarkan
teori tertentu dan menggunakan metode ilmiah yang sudah disepakati oleh para ilmuwan
(E.Zaenal Arifin,1993). Dan menurut Nafron Hasjim & Amran Tasai (1992)
Karangan ilmiah adalah tulisan yang mengandung kebenaran secara obyektif karena
didukung oleh data yang benar dan disajikan dengan penalaran serta analisis yang
berdasarkan metode ilmiah. Laporan ilmiah adalah bentuk tulisan ilmiah yang
disusun berdasarkan data setelah penulis melakukan percobaan, peninjauan, pengamatan,
atau membaca artikel ilmiah.
Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan tentang laporan
ilmiah :
1.
Kegiatan menulis laporan ilmiah merupakan kegiatan
utama terakhir dari suatu kegiatan ilmiah.
2.
Laporan ilmiah mengemukakan permasalahan yang ditulis
secara benar, jelas, terperinci, dan ringkas.
3.
Laporan ilmiah merupakan media yang baik untuk
berkomunikasi di lingkungan akademisi atau sesama ilmuwan.
4.
Laporan ilmiah merupakan suatu dokumen tentang kegiatan
ilmiah dalam memecahkan masalah secara jujur, jelas, dan tepat tentang
prosedur, alat, hasil temuan, serta implikasinya.
5.
Laporan ilmiah dapat digunakan sebagai acuan bagi
ilmuwan lain sehingga syarat-syarat tulisan ilmiah berlaku juga untuk laporan.
6.
Laporan ilmiah, umumnya, mempunyai garis besar isi
(outline) yang berbeda-beda, bergantung dari bidang yang dikaji dan pembaca
laporan tersebut. Namun, umumnya, isi laporan terdiri atas tiga bagian, yaitu
pendahuluan, isi, dan penutup.
B.
Jenis - Jenis Laporan Ilmiah :
1.
Laporan lengkap (monograf) adalah laporan yang
berisi proses penelitian secara menyeluruh, dengan mengutarakan semua teknik
dan pengalaman penelitian dalam melaksanakan kegiatan penelitian.
2.
Artikel ilmiah adalah laporan yang berisi intisari
dari laporan lengkap. Penulisannya lebih padat dan disesuaikan dengan jumlah
halaman yang disediakan dalam jurnal-jurnal ilmiah.
3.
Laporan ringkas (summary report) adalah laporan
dari artikel yang sudah pernah diterbitkan yang ditulis ulang dengan
menggunakan bentuk dan gaya penulisan yang lebih sederhana; sehingga dapat
dipahami oleh masyarakat luas.
4.
Laporan untuk administrator dan pembuat keputusan
adalah laporan penelitian yang diberikan kepada pemerintah, terutama berkenaan
dengan penelitian tindakan.
C. Ciri – Ciri
Laporan Ilmiah
1.
Ditujukan kepada pembaca tertentu;
2.
Sistematika laporan kadang disesuaikan dengan
permintaan pemberi perintah atau pesanan (dalam suatu hibah kompetensi);
3.
Bahasanya formal, harus disesuaikan dengan standar
Bahasa Indonesia yang disempurnakan;
4.
Memerhatikan kaidah-kaidah ilmiah sesuai dengan
disiplin keilmuannya;
5.
Objektif.
D.
Unsur - Unsur
Kerangka Laporan
Kerangka Laporan ilmiah umumnya terdiri dari 3 atau 4 bagian yang disusun
dari atas kebawah sebagai berikut:
1.
Judul laporan terdiri terutama subjek, atau didahului
dengan ‘Laporan tentang’ ‘Laporan Kemajuan tentang’ ’Laporan Tahunan tentang’ ’Penelitian
tentang’ dan sebagainya. Judul laporan berbeda dari judul buku.
2.
Nama dan identitas penerima laporan. Unsur ini tidak
selalu ditulis, jika ditulis, maka sebelumnya didahului dengan kata-kata
‘Diserahkan kepada’. Jika penerima laporan memiliki kedudukan resmi, tulislah
kedudukan itu. Dan Nama dan identitas penulis Sebelum nama penulis biasanya
didahului dengan perkataan ‘Oleh’ dan diikuti oleh gelar.
3.
Tempat dan tanggal Dibagian bawah halaman ditulis
tempat dan tanggal dalam 2 baris terpisah.
E. Manfaat Laporan
Laporan kegiatan merupakan alat yang penting untuk :
a. Dasar penentuan kebijakan dan pengarahan pimpinan.
b. Bahan penyusunan rencana kegiatan berikutnya.
c. Mengetahui perkembangan dan proses peningkatan kegiatan.
d. Data sejarah perkembangan satuan yang bersangkutan dan lain-lain.
2.
PROSES
PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH
A. Proses
Mengarang Ilmiah
Asas-asas Mengarang secara jelas
Di Amerika Serikat dalam tahun 1944 didirikan
Robert Gunning Associates, sebuah badan usaha yang memberikan Penyuluhan
Keterbacaan (Readability counseling) dan kursus/latihan dalam penulisan yang
jelas (clear writing) kepada berbagai penerbit dan surat kabar. Pendirinya
Robert Gunning kemudian mengarang buku-buku berjudul Principles of Clear
Writing, Clear News Writing, The Technique of Clear Writing.
Berikut ini adalah sepuluh asas mengarang secara jelas
yang dikemukakannya.:
1.
Usahakanlah
kalimat-kalimat yang pendek
Panjang ata-rata kalimat dalam suatu karangan merupakan suatu tolak ukur
yang penting bagi keterbacaan. Kalimat-kalimat harus selang-seling antara
panjang dan pendek. Penulisan kalimat yang panjang harus diimbangi dengan
kalimat-kalimat yang pendek sehingga meningkatkan kejelasan karangan.
2.
Pilihlah yang
sederhana daripada yang rumit
Kata-kata yang sederhana, kalimat yang sederhana, bahasa yang sederhana
lebih meningkatkan keterbacaan suatu karangan.
3.
Pilihlah kata
yang umum dikenal
Dalam mengarang gunakanlah kata-kata yang telah dikenal masyarakat
umum.sehingga ide yang diungkapkan dapat secara mudah dan jelas dipahami oleh
pembaca
4.
Hindari
kata-kata yang tidak perlu
Setiap perkataan harus mempunyai peranan dalam suatu kalimat dan karangan.
Kata-kata yangt tak perlu hanya melelahkan pembaca dan melenyapkan perhatiannya
dari pembaca.
5.
Berilah tindakan
dalam kata-kata kerja Anda
Kata kerja yang aktif, ang mengandung tindakan, dan yang menunjukan gerak
akan membuat suatu karangan hidup dan bertenaga untuk menyampaikan pesan/warta
yang dimaksud. Kalimat “Bola itu menjebol gawang lawan” lebih bertenaga dari
“Gawang lawan kemasukan bola itu”
6.
Menulislah
seperti Anda bercakap-cakap
Perkataan tertulis hanya sebagai pengganti perkataan yang diucapkan
lisan. Dengan mengungkapkan gagasan seperti halnya bercakap-cakap, karangan
menjadi lebih jelas.
7.
Pakailah
istilah-istilah yang pembaca dapat menggambarkannya
Perkataan yang konkret lebih jells bagi pembaca daripada perkataan yang
abstrak.
Sebagai contoh, “factory town” (kota dengan banyak pabrik) lebih mudah
dimengerti dengan istilah “industrial community” (masyarakat industri).
8.
Kaitkan dengan
pengalaman pembaca Anda
Karangan yang jelas ialah bilamana dapat dibaca dan dipahami pembaca sesuai
dengan latar belakang pengalamannya
.
9.
Manfaatkan
sepenuhnya keanekaragaman
Karangan tidak boleh senada, datar, sepi sehingga membosankan pembaca.
Harus ada variasi dalam kata, frase, kalimat maupun ungkapan lainnya.
Kata Disraelli, “Keanekaragaman dalam karangan adalah sumber kesenangan dalam
pembacaan”
10. Mengaranglah untuk mengungkapkan, bukan untuk
mengesankan
Maksud utama mengarang ialah mengungkapkan gagasan, bukan menimbulkan
kesan pada pihak pembaca mengenai kepandaian, kebolehan, atau kehebatan
diri penulisnya.( Widyamartaya, 1997: 87)
B. Penggunaan Bahasa Tulis
Ø Dalam menggunakan kata dan frase
1.
Hendaknya
hindari pemakaian kata atau frase tutur dan kata atau frase setempat, kecuali
bila sudah menjadi perkataan umum.
2.
Hendaknya
hindari pemakaian kata atau frase yang telah usang atau mati.
3.
Hendaknya kata
atau frase yang bernilai rasa digunakan secara cermat, sesuai dengan suasana
dan tempatnya.
4.
Hendaknya
kata-kata sinonim dipakai secara cermat karena kata-kata sinonim tidak
selamanya sama benar arti pemakaiannya.
5.
Hendaknya
istilah-istilah yang sangat asing bagi umum tidak dipakai dalam karangan umum.
6.
Hendaknya
hindari pemakaian kata asing atau kata daerah bila dalam bahasa Indonesia
sudah ada katanya, jangan menggunakan kata asing hanya karena terdorong untuk
bermegah dan berbahasa tinggi.
7.
Untuk
memperkecil banyaknya kata yang kembar dan kata bersaingan, dan untuk
menghindari beban atau pemberat yang tidak perlu dalam pemakaian bahasa, sebaiknya
dipedomani kelaziman dan ketentuan ejaan.
Ø Dalam menyusun kalimat
1.
Gunakanlah
kalimat-kalimat pendek
2.
Gunakan bahasa
biasa yang mudah dipahami orang
3.
Gunakan bahasa
sederhana dan jernih pengutaraannya
4.
Gunakan bahasa
tanpa kalimat majemuk
5.
Gunakan bahasa
dengan kalimat aktif, bukan kalimat pasif
6.
Gunakan bahasa
padat dan kuat
7.
Gunakan bahasa
positif, bukan bahasa negative
C.
Tahap
Penyusunan Karya Ilmiah
Secara umum,
tahap – tahap yang perlu dilakukan dalam penyusunan karangan ilmiah dibagi
menjadi lima tahap, yaitu :
1.
Tahap persiapan adalah tahap awal yang perlu dilakukan
dalam menulis karangan ilmiah. Tahap ini terdiri dari, memilih topik,
menentukan judul, dan membuat kerangka karangan. Topik yang dipilih sebaiknya
topik yang menarik dan diketahui oleh penulis. Selain itu, topik yang baik
adalah topik yang mempunyai lingkup yang terbatas. Setelah menentukan topik
langkah selanjutnya adalah menentukan judul. Penentuan judul dalam karangan
ilmiah dapat dilakukan dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan apa, mengapa,
di mana, kapan, bagaimana. Selain itu, dalam membuat sebuah karangan ilmiah
judul haruslah berupa frasa bukan kalimat. Langkah terakhir dalam tahap
persiapan adalah menentukan kerangka karangan. Kerangka ini nantinya akan
membantu dalam proses penulisan karangan. Selain itu, kerangka inilah yang akan
menjadi acuan dalam membuat karangan sehingga akan menjadi runtut dan teratur
dalam memaparkan atau menganalisis masalah.
2.
Tahap kedua dalam menulis karangan ilmiah adalah
pengumpulan data. Data dapat diperoleh dari beberapa sumber yaitu, media dan
lapangan. Data yang diperlukan dapat diperoleh dari media, antara lain buku,
koran, majalah, internet, ataupun media yang lain. Selain itu, data juga dapat
diperoleh langsung di dalam lapangan. Data yang berasal dari lapangan dapat
diperoleh dengan cara pengamatan, wawancara, atau eksperimen. Data yang
dikumpulkan haruslah data yang relevan dengan karangan yang akan dibuat.
3.
Dalam pengorganisasian atau pengonsepan, data yang
telah kita peroleh dibagi berdasarkan jenis, sifat, atau bentuk. Pada tahap ini
dilakukan pengolahan dan penganalisisan data dengan menggunakan teknik yang
diperlukan. Misalnya, data yang bersifat kuantitatif dapat diolah dan
dianalisis dengan menggunakan teknik atau metode statistik. Setelah data diolah
dan dianalisis, kemudian dapat dilakukan pengonsepan karangan ilmiah sesuai
dengan kerangka yang telah dibuat.
4.
Tahap keempat adalah pemeriksaan atau penyuntingan
konsep. Dalam tahap ini dilakukan pemeriksaan terhadap konsep yang saling
bertentangan maupun yang berulang-ulang. Dalam tahap ini, penjelas yang tidak
diperlukan maka akan dibuang, sedangkan penjelas baru yang akan mendukung
karangan akan ditambahkan untuk menunjang pembahasan.
5.
Tahap terakhir dalam menyusun karangan ilmiah adalah
penyajian. Dalam penyajian karangan ilmiah haruslah diperhatikan dari segi
bahasa dan bentuk penyajian. Kalimat yang digunakan dalam menulis karangan
ilmiah harus sesuai dengan standar Bahasa Indonesia yang baku. Sedangkan dalam
bentuk penyajian, perlu diperhatikan urutan unsur-unsur karangan dan ketentuan
yang berlaku.
D. Penyajian Karya Ilmiah
Penyajian karya tulis ilmiah harus enak dan
nyaman untuk dinikmati. Pembaca karya ilmiah, harus merasakan adanya daya
lukis, daya kupas, dan daya tafsir yang memadai atas setiap satuan dan
keseluruhann uraian, seperti :
1.
Tepat,
konsisten, dan lengkapnya deskripsi data.
2.
Kemampuan
deskripsi data memberikan “isyarat” ke tahap berikutnya.
3.
Tepat, konsisten, dan lengkapnya analisis
data.
4.
Tepat dan
lengkapnya kesimpulan setiap satuan dan keseluruhan analisis data.
5.
Tepat dan
jelasnya kesimpulan menjawab masalah penelitian/tujuan penulisan karya tulis;
hipotesis yang diajukan.
6.
Tepat dan
mengenanya implikasi yang dikemukakan serta saran-saran yang diberikan
(implikasi merupakan dampak teoritis terhadap perkembangan ilmu dan teknologi,
atau penerapan praktis pada pemecahan masalah dan penentuan kebijakan. Saran
hendaknya bersifat operasional. Dapat juga diberikan saran untuk penelitian
lanjutan dan pengembangan ilmu dan peningkatan pembinaan).
7.
Tertatanya
segala sesuatu (asas organisasi), dan sifat-sifat penanganan
penulisanyang bersungguh-sungguh, bertanggung jawab dan kolaboratif.
8.
Ada berbagai
bentuk organisasi laporan penelitian dan sejenisnya. Namun bentuk-bentuk
organisasi itu pada dasarnya sama, yakni terdiri atas tiga bagian :
Bagian Awal, Bagian Teks dan Bagian Akhir.
3.
RANCANGAN
USULAN PENELITIAN
Rancangan usulan penelitian adalah langkah yang paling awal dalam proses
penyusunan penelitian. Usulan penelitian adalah langkah berikutnya, dan makalah
adalah hasil akhirnya. Rancangan usulan penelitian ini memberi gambaran secara
menyeluruh tentang pokok masalah yang hendak diteliti, teori dan konsep serta
data yang dipakai untuk melakukan penelitian; cara penelitian dilakukan dan
hasil yang diharapkan akan dicapai. Rancangan usulan penelitian ini dipakai
untuk menilai apakah seorang itu bisa mulai melakukan penelitian secara
mandiri.
· Bentuk
Rancangan Usulan Peneltian
Suatu penelitian itu mungkin bermaksud dan bertujuan
untuk memperoleh data informasi dan kemudian untuk bahan menulis. Misalnya:
a.
Skripsi
b.
Makalah untuk
seminar, simposium, dan pertemuan ilmiah lainnya
c.
Karangan ilmiah
d.
Tesis
magister/disertasi doctor
e.
Laporan proyek
· Isi
Rancangan Usulan Penelitian
a. Bagian Awal
1.
Judul
Judul rancangan usulan penelitian diketik dengan huruf kapital. Judul hendaklah cukup ekspresif menunjukkan dengan tepat masalah yang hendak diteliti. Di bawah judul ditulis kalimat :
Rancangan Usulan Penelitian Untuk Disertasi
Judul rancangan usulan penelitian diketik dengan huruf kapital. Judul hendaklah cukup ekspresif menunjukkan dengan tepat masalah yang hendak diteliti. Di bawah judul ditulis kalimat :
Rancangan Usulan Penelitian Untuk Disertasi
2.
Identitas
Penulis
Nama : hanya huruf-huruf pertama yang diketik dengan huruf Kapital.
Nama : hanya huruf-huruf pertama yang diketik dengan huruf Kapital.
3.
Tanggal
Pengajuan, ditulis :
Diajukan kepada Program Pascasarjana
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
pada tanggal
………………………….. 20………
Diajukan kepada Program Pascasarjana
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
pada tanggal
………………………….. 20………
b. Bagian Utama
1.
Perumusan
Masalah
Unsur pokok
perumusan masalah ini sekurang-kurangnya harus memuat hal-hal sebagai berikut :
a)
Penjelasan
mengenai mengapa masalah yang dikemukakan dalam rancangan usulan penelitian
untuk disertasi itu dipandang menarik, penting dan perlu diteliti.
b)
Beberapa bukti
bahwa masalah tersebut belum ada jawaban atau pemecahan yang memuaskan.
c)
Letak masalah
yang akan diteliti itu dalam konteks permasalahan yang lebih besar.
2.
Tujuan dan
Kegunaan Penelitian
Dalam fasal tujuan dan kegunaan penelitian ini disebutkan secara spesifik tujuan-tujuan apa yang dirancangkan akan dicapai dalam penelitian itu dan kegunaan apa yang akan diperoleh dari penelitian yang dirancangkan.
Dalam fasal tujuan dan kegunaan penelitian ini disebutkan secara spesifik tujuan-tujuan apa yang dirancangkan akan dicapai dalam penelitian itu dan kegunaan apa yang akan diperoleh dari penelitian yang dirancangkan.
3.
Kerangka
Pemikiran Teoritis
Fasal kerangka pemikiran teoritis memuat garis-garis besar pemikiran teoritis, termasuk telaah pustaka yang akan menuntun penyusun dalam membangun teori yang akan disajikan dan diuji dalam rangka penyusunan disertasi.
Fasal kerangka pemikiran teoritis memuat garis-garis besar pemikiran teoritis, termasuk telaah pustaka yang akan menuntun penyusun dalam membangun teori yang akan disajikan dan diuji dalam rangka penyusunan disertasi.
4.
Hipotesis
Hipotesis, jika ada, hendaklah dirumuskan dengan tepat dan jelas dalam kalimat berita (kalimat deklaratif) tentang sikap ilmiah yang diambil terdapat masalah yang hendak diteliti.
Hipotesis, jika ada, hendaklah dirumuskan dengan tepat dan jelas dalam kalimat berita (kalimat deklaratif) tentang sikap ilmiah yang diambil terdapat masalah yang hendak diteliti.
5.
Metode
Penelitian
Pasal metode penelitian memuat hal-hal sebagai berikut:
Pasal metode penelitian memuat hal-hal sebagai berikut:
a)
Pendekatan dan
bentuk/cara yang dipakai untuk meneliti.
b)
Penjelasan
tentang populasi serta rancangan teknik pengambilan sampel yang akan digunakan
dalam penelitian.
c)
Metode
pengumpulan data dan alat pengambil data yang akan digunakan.
d)
Bahan-bahan yang
akan dipakai, kalau ada.
e)
Alat-alat
perlengkapan yang akan dipakai, kalau ada.
f)
Teknik atau
model analisis yang akan dipakai.
g)
Rancangan aturan-aturan
untuk menerima atau menolak hipotesis.
6.
Jadwal
Penelitian
Jadwal penelitian dibuat secara cermat, dengan mempertimbangkan kelayakannya. Jadwal penelitian menunjukkan hal-hal sebagai berikut :
Jadwal penelitian dibuat secara cermat, dengan mempertimbangkan kelayakannya. Jadwal penelitian menunjukkan hal-hal sebagai berikut :
a)
Tahap-tahap
penelitian yang akan dilakukan.
b)
Waktu yang
diperlukan untuk melaksanakan masing-masing tahap, dinyatakan dalam satuan
bulan.
c)
Rincian kegiatan
untuk tahap masing-masing.
7.
Bagian Akhir
1)
Daftar Pustaka
Penulisan daftar pustaka didasarkan atas pustaka yang telah dijadikan sumber dalam penyusunan rancangan usulan penelitian. Tujuan utama penyajian daftar pustaka adalah memberi informasi mengenai bagaimana orang dapat dengan mudah menemukan sumber yang disebutkan dalam rancangan usulan penelitian.
Hal-hal yang perlu disebutkan dalam daftar pustaka adalah seperti disebutkan dibawah ini :
Penulisan daftar pustaka didasarkan atas pustaka yang telah dijadikan sumber dalam penyusunan rancangan usulan penelitian. Tujuan utama penyajian daftar pustaka adalah memberi informasi mengenai bagaimana orang dapat dengan mudah menemukan sumber yang disebutkan dalam rancangan usulan penelitian.
Hal-hal yang perlu disebutkan dalam daftar pustaka adalah seperti disebutkan dibawah ini :
§ Untuk buku
:
1.Nama penulis
2.Tahun penerbitan
3.Judul buku
4.Nama penerbit
5.Tempat penerbitan.
1.Nama penulis
2.Tahun penerbitan
3.Judul buku
4.Nama penerbit
5.Tempat penerbitan.
§ Untuk jurnal :
1.Nama penulis
2.Tahun penerbitan
3.Judul tulisan
4.Nama jurnal
5.Jilid ( dan nomor )
6.Halaman
1.Nama penulis
2.Tahun penerbitan
3.Judul tulisan
4.Nama jurnal
5.Jilid ( dan nomor )
6.Halaman
§ Untuk sumber pustaka lain dapat digunakan pedoman yang
lazim.
§ Cara menulis pustaka dan artikel sesuai ketentuan yang
berlaku.
2)
Daftar Riwayat
Hidup
Daftar riwayat hidup (bio-data, curriculum vitae) penyusun rancangan usulan penelitian memuat hal-hal sebagai berikut :
a.Nama lengkap dan derajat akademik
b.Tempat dan tanggal lahir
c.Pangkat dan jabatan
d.Riwayat pendidikan tinggi
e.Karya ilmiah
f.Pertemuan ilmiah yang dihadiri dan
g.Penghargaan ilmiah, bila ada.
Daftar riwayat hidup (bio-data, curriculum vitae) penyusun rancangan usulan penelitian memuat hal-hal sebagai berikut :
a.Nama lengkap dan derajat akademik
b.Tempat dan tanggal lahir
c.Pangkat dan jabatan
d.Riwayat pendidikan tinggi
e.Karya ilmiah
f.Pertemuan ilmiah yang dihadiri dan
g.Penghargaan ilmiah, bila ada.
DAFTAR
PUSTAKA
Langganan:
Postingan (Atom)